JAKARTA — Pemerintah menilai pergerakan nilai tukar rupiah yang saat ini menembus Rp14.520 per dolar AS merupakan hal yang wajar di tengah kondisi perbaikan ekonomi AS.

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.520 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (20/7/2018). Dalam data yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) pagi ini, posisi tersebut melemah 102 poin atau 0,2% dari posisi Rp14.418 pada Kamis (19/7).

“Memang sejak tiga hari lalu itu, Gubernur The Fed mulai bicara bahwa mereka akan segera menaikkkan tingkat bunga sehingga membuat pasar bergerak,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Menurutnya, perubahan harian kadang-kadang bergerak fluktuatif dan tidak perlu dianggap sesuatu yang luar biasa. Darmin meyakinkan bahwa pemerintah terus memastikan fundamental ekonomi nasional masih aman sehingga dampak kondisi ekonomi global bisa diminimalisir.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 88 poin atau 0,61% ke level Rp14.530 per dolar AS pada Jumat (20/7) pukul 10.42 WIB.

Rupiah melemah paling tajam di antara mata uang Asia lainnya, yang bergerak cenderung variatif. Yuan offshore melemah 0,41% dan won Korea Selatan turun 0,29%.

Saat ini, Fed Fund Rate (FFR) berada di kisaran 1,75%-2% setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan AS itu sebesar 25 basis poin (bps) pada Juni 2018.