Swaraindosoppeng.com – Kelelawar di Soppeng ternyata sampai saat ini masih menyimpan mitos. Ini bisa dilihat ketika beberapa hari belakangan ini bencana kebakaran selalu menimpa kota Kalong tercinta. Terhitung sejak akhir puasa ada lima bencana kebakaran yang terjadi dan yang terakhir menelan korban jiwa seorang ibu tua yang mati terbakar didalam rumah sebelum sempat menyelamatkan diri. Sungguh peristiwa yang sangat menyedihkan memang, apalagi jika kita lihat selama ini musim kemarau dengan tiupan angin yang kencang seringkali membuat kita harus lebih waspada akan bahaya kebakaran. Dan sebagai warga Soppeng, entah percaya atau tidak. Mitos tentang keberadaan kelelawar yang biasanya menghilang menjelang akan terjadi bencana di kota Soppeng ternyata terbukti benar adanya.

Berdasarkan cerita orang-orang tua, bahwa kelelawar yang banyak bergelantungan di pohon-pohon asam ditengah-tengah kota adalah merupakan penjaga kota sejak dulu. Makanya hingga saat ini terkadang jika ada orang dari luar daerah yang datang kekota Soppeng akan keheranan melihat kelelawar tersebut bisa hidup ditengah kota. Masih menurut cerita, sejak dulu jika ada sesuatu hal yang akan menimpa kota Soppeng maka kelelawar tersebut akan menghilang dari kota,ini merupakan pertanda akan terjadi sesuatu yang buruk akan menimpa kota Soppeng. Bahkan kelelawar ini telah dilindungi berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Soppeng jadi seseorang tidak bisa seenaknya lagi untuk menangkapnya.
Kelelawar merupakan satwa yang sangat unik, mereka hanya akan keluar pada malam hari saja untuk mencari makan. Jadi kalau pagi hingga petang mereka hanya bergelantungan diatas pohon. Meski tampilannya sangat menyeramkan tetapi makanan mereka adalah buah-buahan seperti mangga, pepaya, jambu dll. Kelelawar pun hidup secara berkelompok. Kalau petang maka langit diseputar kota akan kelihatan hitam karena saking banyaknya kelelawar yang terbang. Suara mereka pun seperti seseorang yang sedang menjerit serta baunya yang sangat menyengat.
Kondisi geografis Soppeng sesuai data di Wikipedia yang dikelilingi pegunungan dengan buah-buahan yang melimpah membuat kelelawar ini menjadi “betah” untuk tinggal di Soppeng. Tidak ada yang tahu pasti kapan sebenarnya kelelawar ini mulai tinggal di kota Soppeng. Yang pasti sebagian besar warga percaya bahwa kelelawar merupakan satwa penjaga kota sehingga harus dijaga keberadaannya. Tanpa kelelawar maka bencana akan datang menimpa kota. Walau diyakini sebagai penjaga kota, tetapi lambang kota Soppeng bukanlah kelelawar melainkan burung Kakaktua.
Ada lagi satu keunikan dari kelelawar ini yang juga diyakini banyak orang terbukti ampuh. Dimana jika ada seseorang dari luar kota yang kebetulan datang ke Soppeng untuk jalan-jalan, maka jika lewat dibawah pohon dan terkena air kencing kelelawar maka diyakini bahwa jodoh orang tersebut adalah orang Soppeng. Banyak orang yang sudah membuktikannya, jadi kalau kebetulan masih ada yang jomblo dan ingin mencari jodoh silakan datang ke Soppeng dan berdiri dibawah pohon asam menunggu untuk kena kencing sang kelelawar (br)